Ke Al Furqon, Apa yang Engkau Cari
Oleh Ust. Anang Rusdiansyah, S.S., M.Pd.

Liburan telah usai. Langkah kaki kembali menapaki gerbang Al Furqon. Seragam kembali dikenakan, kitab kembali dibuka, dan rutinitas pesantren kembali menyapa. Namun sebelum semua itu berjalan seperti biasa, ada satu pertanyaan yang patut kita ajukan kepada diri sendiri—dengan jujur dan sungguh-sungguh: ke Al Furqon, apa yang engkau cari?
Apakah kita kembali hanya karena kebiasaan? Karena tuntutan orang tua? Karena kalender akademik yang memanggil? Ataukah kita kembali dengan niat yang lurus, tekad yang diperbarui, dan tujuan yang lebih tinggi—yakni mencari ridha Allah SWT ?
Inilah saatnya tajdīdun niyyāt, memperbarui niat. Niat adalah ruh dari setiap amal. Tanpa niat yang benar, lelah hanya akan menjadi penat, belajar hanya menjadi rutinitas kosong, dan ibadah kehilangan maknanya. Rasulullah ﷺ mengingatkan:
_“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.”_
_(HR. Bukhari dan Muslim)_
Maka kembalinya kita ke Al Furqon bukan sekadar kembali ke tempat, tetapi kembali kepada makna. Kembali menata hati untuk menuntut ilmu sebagai jalan mendekat kepada Allah, memperbaiki diri, dan menyiapkan bekal kehidupan dunia dan akhirat.
Di sinilah nilai-nilai luhur pondok kembali kita hidupkan—nilai yang terangkum dalam Panca Jiwa Pondok.
Pertama, Keikhlasan.
Di Al Furqon, kita belajar berbuat bukan untuk pujian, bukan untuk gelar, dan bukan untuk kebanggaan semu, melainkan semata-mata karena Allah. Ikhlas memang tidak selalu mudah, tetapi di sanalah nilai amal diangkat. Santri dan asatidz sama-sama dipanggil untuk menata hati: mengajar dan belajar sebagai ibadah.
Kedua, Kesederhanaan.
Pondok mengajarkan hidup bersahaja—cukup, tidak berlebih, dan tidak bermewah-mewah. Dari kesederhanaan lahir ketangguhan, kepekaan sosial, dan kekuatan jiwa. Kita belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu identik dengan kelimpahan, tetapi dengan rasa syukur.
Ketiga, Berdikari.
Al Furqon mendidik kita untuk berdiri di atas kaki sendiri. Santri dilatih mandiri dalam sikap, keputusan, dan tanggung jawab. Kemandirian ini bukan untuk menjauh dari orang lain, tetapi agar kita mampu menolong diri sendiri dan kelak bermanfaat bagi umat.
Keempat, Ukhuwah Islamiyah.
Di pondok, kita hidup bersama dalam perbedaan latar belakang, karakter, dan kebiasaan. Namun semua dipersatukan oleh iman dan tujuan. Persaudaraan bukan sekadar tinggal bersama, tetapi saling menasihati, menguatkan, dan mendoakan dalam kebaikan.
Kelima, Jiwa Bebas.
Bebas dalam berpikir, berkreasi, dan bercita-cita—namun tetap terikat oleh nilai dan koridor syariat. Al Furqon membentuk pribadi yang berani berpikir luas, kritis, dan visioner, tanpa kehilangan adab dan akhlak Islami.
Maka wahai santri dan asatidz, ketika langkah kita kembali ke Al Furqon, jangan biarkan hati tertinggal di luar. Mari kembali dengan niat yang baru, semangat yang menyala, dan komitmen untuk menghidupkan nilai-nilai pondok dalam setiap aktivitas.
Ke Al Furqon, apa yang engkau cari?
Jika jawabannya adalah ilmu, akhlak, dan ridha Allah—maka luruskan niat, kuatkan tekad, dan mulailah hari-hari ini dengan hati yang bersih. Semoga setiap langkah kita di pondok ini bernilai ibadah dan menjadi jalan kebaikan hingga akhir hayat. Aamiin.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Ust. Syahid Mujibur Rahman Terpilih sebagai Ketua IKAPIBI UM Metro Periode 2026-2030
METRO, LAMPUNG — Ust. Syahid Mujibur Rahman, M.Pd., Kepala MAS PSA Istiqomah Islamiyah, terpilih sebagai Ketua Ikatan Alumni Pendidikan Biologi (IKAPIBI) Universitas Muhammadiyah
Santri Pondok Modern Al Furqon Sukses Jadi Petugas Pengibar Bendera di Kelurahan Panaragan Jaya
Panaragan Jaya, Al Furqon (Humas) — Semangat kemerdekaan terasa begitu meriah di Kelurahan Panaragan Jaya. Para santri Pondok Modern Al Furqon turut mengambil bagian dalam Upacara
Membumikan Budaya, Membangun Peradaban: Catatan dari Apel Tahunan Pondok Modern Al-Furqon Panaragan Jaya
Oleh: Susilo Aris Nugroho Pondok pesantren acapkali dipandang secara keliru sebagai menara gading yang steril dari denyut nadi kebudayaan lokal. Namun, riuh dan dinamisnya Apel Tahunan
Apel Tahunan Pondok Modern Al Furqon Meriah dengan Pertunjukan Reog Ponorogo
Tulang Bawang Barat, Al Furqon (Humas) — Suasana berbeda mewarnai Apel Tahunan Pondok Modern Al Furqon. Setelah rangkaian upacara resmi selesai, keluarga besar pondok dan masyarak
Pembiasaan Kosa Kata Bahasa Arab Dan Inggris Setiap Pagi, Al Furqon Tingkatkan Kemampuan Bahasa Santri
Tulang Bawang Barat, Al Furqon (Humas), Selasa (28/7/26) – Pondok Modern Al Furqon terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan bahasa bagi para santri dan santriwati melalu
Semarak Pekan Perkenalan, Pondok Modern Al Furqon Gelar Pekan Olahraga dan Seni bagi Santri dan Santriwati
Tulang Bawang Barat, Al Furqon (Humas), Selasa (21/07/26) - Dalam rangka memeriahkan Pekan Perkenalan, Pondok Modern Al Furqon Tulang Bawang Barat menyelenggarakan Pekan Olahraga dan Se
Perkemahan Pekan Perkenalan Santri, Wadah Pembentukan Karakter Santri Pondok Modern Al Furqon
Tulang Bawang Barat, Al Furqon (Humas) - Sebagai bagian dari rangkaian Pekan Perkenalan Santri (PPS), Pondok Modern Al Furqon Tulang Bawang Barat menyelenggarakan kegiatan perkemahan ya
Ust Anang Rusdiansyah Wakili Ponpes Al Furqon Tubaba Hadiri Seminar Ulama Internasional di Lampung
Bandar Lampung, Al Furqon (Humas) — Ust. Anang Rusdiansyah, S.S., M.Pd. mewakili Pondok Pesantren Al Furqon Tulang Bawang Barat menghadiri Seminar Ulama Internasional yang diikuti
Ratusan Siswa Ramaikan Pentas Aksi SDS Islam Al Furqon
Tulang Bawang Barat, Al Furqon (Humas) - SDS Islam Al Furqon sukses menggelar kegiatan bertajuk Halal Bi Halal dan Pentas Seni yang berlangsung meriah dan penuh semangat. Acara ini diik
Rihlah Edukatif Santri Pondok Modern Al Furqon ke Dieng, Yogyakarta, dan Bandung Tahun 2026
Tulang Bawang Barat, Al Furqon (Humas) - Pondok Modern Al Furqon kembali menyelenggarakan kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman lapangan (experiential learning) melalui program Rihl

